EARLY CHILDHOOD : JURNAL PENDIDIKAN https://umtas.ac.id/journal/index.php/EARLYCHILDHOOD <p><strong><em>E-ISSN:&nbsp;2579-7190</em></strong></p> <p style="text-align: justify;"><strong>EARLY CHILDHOOD</strong> is a scientific journal containing research results and community service related to Early Childhood, published by PG-PAUD, Faculty of Teacher Training and Education, Muhammadiyah University of Tasikmalaya. Published 2 times in 1 year in the field of Early Childhood Education.</p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> Pendidikan Guru PAUD, FKIP, Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya en-US EARLY CHILDHOOD : JURNAL PENDIDIKAN 2579-7190 <p>Copyright Notice<br>Early Childhood Journal is an Open Access Journal. The authors who publish the manuscript in this journal agree to the following terms:</p> <p>This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.<br>Privacy Statement</p> <p><a href="https://journal.umtas.ac.id/index.php/naturalistic/This%20work%20is%20licensed%20under%20a%20Creative%20Commons%20Attribution-NonCommercial-ShareAlike%204.0%20International%20License." target="_blank" rel="noopener"><img src="https://i.creativecommons.org/l/by-sa/4.0/88x31.png" alt="Creative Commons License"></a><br>The names and email addresses entered in this journal site will be used exclusively for the stated purposes of this journal and will not be made available for any other purpose or to any other party. Early Childhood allows the author(s) to hold the copyright and to retain publishing rights without restrictions.</p> PERAN GURU DALAM MENGOPTIMALKAN TUGAS-TUGAS PERKEMBANGAN PADA ANAK USIA DINI https://umtas.ac.id/journal/index.php/EARLYCHILDHOOD/article/view/816 <p>Penelitian ini bertolak dari konsep tentang usia kelahiran hingga memasuki pendidikan dasar sebagai masa keemasan, sekaligus masa kritis dalam tahapan kehidupan yang akan menentukan perkembangan selanjutnya. Oleh sebab itu, sangatlah penting adanya upaya untuk mengembangkan seluruh potensi anak yang harus dimulai sejak dini secara optimal. Selain itu, perkembangan anak yang akan berhadapan dengan fenomena budaya yang berbeda-beda, akan memunculkan sejumlah tugas perkembangan yang harus diselesaikan sesuai dengan periode usianya masing-masing. Sejalan dengan hal ini maka diperlukan adanya bantuan dari lingkungan sekitar, salah satunya yakni peran guru di sekolah. Metode penelitian menggunakan penelitian kepustakaan dengan mendeskripsikan tentang peran guru sebagai upaya dalam mengembangkan tugas-tugas perkembangan pada anak usia dini. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dokumentasi dengan menggunakan analisis isi. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat diperoleh bahwa tugas perkembangan merupakan tugas yang muncul pada periode tertentu dalam rentang kehidupan individu. Guru sebagai bagian dari sekolah yang merupakan lembaga pendidikan formal dimana secara sistematik dalam melaksanakan program, turut berperan dalam mengembangkan tugas perkembangan anak. Di antaranya melalui kelompok teman sebaya, perkembangan kemandirian pribadi, keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta melaksanakan pembelajaran berbasis perkembangan.</p> Aghnaita Husain Irmawati Irmawati Maimun Paus ##submission.copyrightStatement## 2020-05-30 2020-05-30 4 1 1 21 10.35568/earlychildhood.v4i1.816 PENGGUNAAN MEDIA AUDIO VISUAL DALAM MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN BAHASA LISAN ANAK DI RA ASSYAFI’IYAH MADA JAYA WAY KHILAU PESAWARAN https://umtas.ac.id/journal/index.php/EARLYCHILDHOOD/article/view/806 <p>Perkembangan kemampuan bahasa lisan anak dapat dikembangkan dengan berbagai media. Salah satunya yaitu menggunakan media audio visual dengan cerita vidio yang di aplikasikan melalui laptop. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah penggunaan media audio visual dalam mengembangkan kemampuan bahasa anak di RA Assyafi’iyah Mada Jaya Way Khilau Pesawaran. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif, dengan subjek penelitian adalah kelompok B di RA Assyafi’iyah yang terdiri dari 15 orang anak. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan media audio visual telah dilaksanakan kurang baik. Dengan kurangnya alat bantu LCD dan proyektor sehingga penyampaian video kurang maksimal dan guru kurang komunikatif terhadap anak. Pada hasil observasi penggunaan media audio visual menggunakan langkah-langkah sebagai berikut: Guru mempersiapkan RPPH sesuai dengan tema yang akan diajarkan, guru mengatur dan menyiapkan peralatan media yang digunakan, guru memperhatikan posisi duduk peserta didik dalam keadaan nyaman, guru mengajak anak untuk menyimak video dan menjelaskan tujuan pembelajaran, guru memastikan anak telah siap menyaksikan tayangan video, guru melakukan evaluasi. Maka semua indikator perkembangan kemampuan bahasa lisan dapat berkembang sesuai harapan, dari keenam langkah-langkah penggunaan media audio visual yang di terapkan oleh guru di RA Assyafi’iyah Mada Jaya Way Khilau Pesawaran dapat menjadi alternatif dalam mengembangkan kemampuan bahasa lisan anak usia dini.</p> <p><strong>Kata kunci;</strong> Media Audio Visual, Kemampuan Bahasa lisan.</p> Aulia Rahma Febrianty Razuba Mhd Habibu Rahman ##submission.copyrightStatement## 2020-05-30 2020-05-30 4 1 22 34 10.35568/earlychildhood.v4i1.806 PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP MODEL PROJECT BASED LEARNING DALAM PENYUSUNAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN https://umtas.ac.id/journal/index.php/EARLYCHILDHOOD/article/view/696 <p><strong>A</strong><strong>BSTRACT</strong></p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p>&nbsp;</p> <p>This study aims to determine student perceptions of the project based learning model in the preparation of the Education Unit Level Curriculum (KTSP). Data collection used questionnaires and documentation, while data analysis techniques used quantitative descriptive analysis. Research location on the campus of the Faculty of Teacher Training and Education, University of Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA. The research subjects were all 22 semester 5 Early Childhood Teacher Education Study Program students who took Curriculum Development courses in 2019/2020 Academic Year. The results of the study showed: 1) 100% of students said that after arranging KTSP through project based learning, their mastery of curriculum development subjects was increased; 2) 95% of students said that through project based learning increases the depth of curriculum development analysis; 3) 95% of students said that every teacher must master the skills in preparing KTSP; 4) 95%of students said that they would apply their KTSP skills when becoming early childhood teachers.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Keywords</strong>: perception; project based learning, Education Unit Level Curriculum,</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi mahasiswa terhadap model <em>project based learning </em>dalam penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Pengumpulan data menggunakan angket dan dokumentasi, sedangkan teknik analisa data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Lokasi penelitian di kampus &nbsp;Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA, Jakarta. Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan data <em>purposive sampling. </em>&nbsp;Subjek penelitian adalah seluruh mahasiswa program studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini semester 5 berjumlah 22 yang mengambil mata kuliah Pengembangan Kurikulum pada Tahun Akademik 2019/2020. Hasil penelitian menunjukkan&nbsp; : 1) 100% mahasiswa mengatakan setelah menyusun KTSP melalui <em>project based learning</em> meningkatkan penguasaan mata kuliah pengembangan kurikulum; 2) 95% mahasiswa menyampaikan bahwa melalui <em>project based learning</em> meningkatkan kedalaman analisis pengembangan kurikulum; 3) 95% mahasiswa menyampaikan bahwa setiap guru harus menguasai keterampilan menyusun KTSP; 4) 95% mahasiswa menyampaikan bahwa akan mengaplikasikan keterampilan menyusun KTSP saat menjadi guru PAUD.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Kata kunci : </strong>persepsi; <em>project based learning; </em>Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan</p> chandrawaty chandrawaty Khusniyati Masykurah ##submission.copyrightStatement## 2020-05-30 2020-05-30 4 1 35 43 10.35568/earlychildhood.v4i1.696 PENANAMAN NILAI KEISLAMAN PADA ANAK DHUAFA DI PAUD INSAN CERDAS KOTA BEKASI https://umtas.ac.id/journal/index.php/EARLYCHILDHOOD/article/view/804 <p>This study aims to find out an overview of the instilling of Islamic values ​​on disadvantaged children, to find out the methods used in instilling Islamic values, to find out the obstacles and supports in instilling Islamic values, and to know the impact of instilling Islamic values ​​for disadvantaged children at PAUD Insan Cerdas, Kota Bekasi. The method used in this study is a qualitative research by collecting data through observation, interviews, and documentation. Data analysis was carried out through three lines of data reduction, data presentation, and conclusion. As for the validity of the data, triangulation of various sources is used. The results of the study show that: 1) Instilling Islamic values ​​on disadvantaged children at PAUD Insan Cerdas through four main components, they are: the introduction of faith, the practice of worship, morality, and the introduction of reading and short surah of the Qur'an; 2) The methods of instilling Islamic values ​​used are storytelling, singing, playing, demonstrating, practicing, and answering question 3) The obstacles faced in instilling Islamic values ​​are the parents background who had low education and low knowledge of Islam. While for the supports are the ‘Insan Cerdas Foundation’ and donors who care not only about children's education through Islamic curriculum programs, but also provide religious education for parents so they can synergize in instilling Islamic values ​​at home and at school; 4) The impact of instilling Islamic values ​​on disadvantaged children can be seen from the changes of their behavior : knowing Allah through their creations, behaving and saying well, helping each other and loving, being able to practice worship movements such as ablution, prayer, reading prayers, Hajj rituals, and knowing how to read and memorize short surah of Qur'an.</p> Khusniyati Masykuroh ##submission.copyrightStatement## 2020-05-30 2020-05-30 4 1 44 56 10.35568/earlychildhood.v4i1.804 Pemahaman Orang Tua Mengenai Urgensi Bermain Dalam Meningkatkan Perkembangan Sosial Anak Usia Dini https://umtas.ac.id/journal/index.php/EARLYCHILDHOOD/article/view/717 <p>Artikel ini merupakan kajian literatur yang terkait dengan pemahaman orang tua mengenai urgensi bermain yang dapat meningkatkan aspek perkembangan sosial pada anak usia dini. Lingkungan sekitar anak khususnya orang tua memiliki peran yang sangat penting bagi perkembangan anak, orang tua yang paham mengenai pentingnya bermain bagi anak akan dapat membantu perkembangan anak berkembang dengan baik. Bermain merupakan kebutuhan bagi anak karena anak belajar sambil bermain, salah satu aspek perkembangan yang dapat berkembang melalui bermain yaitu aspek perkembangan sosial. Bermain dapat melatih keterampilan sosial pada anak seperti kerjasama, berbagi dengan sesama, menghargai sesama, tolong menolong, menumbuhkan rasa empati, menjadi pemimpin yang baik, tanggung jawab dan jujur. Banyak manfaat yang didapat oleh anak ketika bermain selain melatih keterampilan sosial, anak juga akan mendapat pengetahuan dan pengalaman baru melalui bermain. Maka dari itu orang tua sebagai lingkungan pertama anak perlu memahami pentingnya bermain bagi anak usia dini, agar orang tua dapat membantu perkembangan anak berkembang secara optimal.</p> Novia Rahmadianti ##submission.copyrightStatement## 2020-05-30 2020-05-30 4 1 57 64 10.35568/earlychildhood.v4i1.717 PEMBELAJARAN SOMAMUN MELALUI METODE BERNYANYI PADA ANAK USIA DINI DI TK SIMAHATE TAKENGON https://umtas.ac.id/journal/index.php/EARLYCHILDHOOD/article/view/791 <p><strong><em>ABSTRACT</em></strong></p> <p><em>Religious learning is the most important thing to be taught to early childhood, one of them is like learning to pray and eat and drink properly, where early age is the golden age of children, this age is very good for stimulating religious learning in children because children can record all learning is given by kaffah. Cultivation of religious values ​​must be given continuously and accustomed to children. Based on observations in the Takengon community, millennial children are now proud to pray in the mosque, and they are also reluctant to sit when eating and drinking, which can be observed when the child has stepped into adolescence, the child will not stop praying and eat irregularly. This all depends on the education experienced at preschool age. There are several factors that influence this are the child's self-factors, and environmental factors. Seeing that, we really hope that teachers can apply religious teachings, especially prayer and eating and drinking </em>(SOMAMUN) <em>&nbsp;right at an early age.</em></p> hermawati hermawati Suyadi Suyadi ##submission.copyrightStatement## 2020-05-30 2020-05-30 4 1 65 76 10.35568/earlychildhood.v4i1.791 Pendidikan Seksual Anak Usia Dini: "My Bodies Belong To Me" https://umtas.ac.id/journal/index.php/EARLYCHILDHOOD/article/view/736 <p>Early childhood sexual education is an important thing that can be provided to children starting as early as possible. From the rampant phenomena of cases of violence and sexual harassment that often occur, this article can be a guide for readers in providing sexual education to children by paying attention to the stages of child development. This article can increase knowledge for parents in conducting sexual education about their bodies so that children can take care of themselves and prevent increasing cases of irregularities around the child. With the literature review method using various sources of research results that have been done, this article can be a reference for parents in developing knowledge about early childhood sexual education. This article explains the method of knowing the body and the rules of underwear that are packed with attention to cognitive development, communication and sexuality of children. Parents can use strategies using various methods such as storytelling, discussion or question and answer and utilizing audio, visual and audio visual communication media such as pictures, videos and songs.</p> Qonita Maulidya Azzahra ##submission.copyrightStatement## 2020-05-30 2020-05-30 4 1 77 86 10.35568/earlychildhood.v4i1.736