Shalat Gerhana Bulan

Oleh Dr. Ahmad Qonit AD, MA.

Di zaman sekarang, kehebatan ilmu pengetahuan membuat para ahli dapat memprediksi kapan terjadinya gerhana bulan dan gejala alam semesta lainnya. Para ahli bisa memprediksi kalender sepanjang masa, sehingga memudahkan kita untuk menjadwalkan kegiatan-kegiatan kita.

Walau begitu, perhitungan manusia pasti ada kesalahannya. Alhamdulillah, Allah takdirkan kita dapat melihat gerhana bulan yang terjadi saat ini. Yaitu yang jatuh pada 15 Dzulqa’dah 1440 H/17 Juli 2019 M.

Yang perlu kita garis bawahi adalah bahwa peristiwa gerhana dan peristiwa alam semesta memberikan kejutan-kejutan pada kita. Bagi masyarakat awam yang tidak mengerti, kejadian alam seringkali dikaitkan dengan kepercayaan-kepercayaan. Bagi yang mengerti, bagi yang membaca dan menelaah Al-Quran, maka yang dijelaskan oleh Al-Quran bahwa kejadian di alam semesta adalah ayat-ayat Allah. Wassyamsi walqomaru bi husban. Matahari dan bulan adalah ayat-ayat Allah. Maka dari itu, jangan menyembah matahari dan bulan. Sembahlah Allah yang menciptakan keduanya. Kejadian di alam semesta, yang dapat diprediksi kejadiannya oleh ilmu pengetahuan manusia, sesungguhnya adalah representasi ayat-ayat Allah.

Kejutan-kejutan ini sesungguhnya tidak ada di dalam hitungan kita sebagai kaum awam karena alam semesta berjalan begitu tertib. Terbit tenggelamnya matahari, pergantian siang dan malam, bulan sabit hingga bulan penuh di langit malam, semua yang terjadi tampak biasa-biasa saja. Kita jarang sekali merenunginya. Tersibukkan oleh rutinitas keseharian duniawi kita. Hingga kita lupa, siapa penciptanya. Apakah kita bisa menciptakan yang seperti itu? Padahal sesungguhnya tubuh kita yang terdiri atas jutaan sel semuanya beroperasi sesuai dengan sunnatullah. Ada hukum-hukum Allah yang lekat di sana. Jika digunakan sebaik-baiknya, maka Allah akan berikan tambahan kekuatan. 

Peristiwa-peristiwa tersebut merupakan peringatan kepada kita. Bahwa sesungguhnya Allah sangat kuasa untuk melakukan yang lebih-lebih dari itu. Melipat-lipat langitpun sesuatu yang mudah bagi Allah. Kejadian ini hendaknya mengingatkan kita akan hari kiamat. Bahwa kita adalah milik Allah dan kita akan kembali kepadanya. 

Setiap kejadian adalah bagian dari tanda-tanda cinta Allah. Peristiwa yang dahsyat mengingatkan kita bahwa kita ada dalam genggaman Allah. Kita ada pada sistem yang Allah ciptakan. Kita tidak boleh merusak sistem itu. Tak boleh menciptakan sesuatu yang mudharat untuk kita, orang lain, dan alam semesta. Jadikan momen ini untuk bermuhasabah, sebagai jalan kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik. [nu]


Bagikan berita ini