Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (UMTAS) tahun ini menyelenggarakan Kuliah Kerja Nyata yang pertama sejak UMTAS berdiri. Hari ini, Senin, 24 Dzulqa’dah 1439 H / 06 Agustus 2018, rektor UMTAS melepas 252 mahasiswa untuk berangkat KKN. Tema KKN UMTAS 2018 adalah “Meningkatkan Ketahanan Keluarga Menuju Tasikmalaya yang Inovatif dan Berkemajuan”.

“KKN UMTAS 2018 tersebar di 24 desa di 8 kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya. Ada 18 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yang akan terjun langsung mendampingi mahasiswa, serta beberapa coordinator lapangan (korlap) yang telah mengikuti ToT pada 31 Juli 2018 kemarin. Hari ini semuanya akan diantarkan ke posko KKN masing-masing, kecuali Kecamatan Salawu, insya Allah besok baru diterjunkan,” tutur Ketua LPPM UMTAS, Dr. Mujiarto, ST., MT.

Ia menambahkan, KKN perdana UMTAS ini sengaja disebar ke berbagai daerah dengan tujuan untuk mengenalkan UMTAS ke seluruh pelosok. “Bisa saja kami tempatkan di satu kecamatan, tetapi tidak kami lakukan. Dengan penyebaran yang seperti ini  maka beban ke depannya menjadi lebih ringan. Yang pertama memang banyak kerikil, tetapi tanpa kerikil kita tidak bisa membuat jalan,” paparnya sambil memberikan perumpamaan.

“Selamat KKN bagi mahasiswa dan selamat membimbing KKN bagi para DPL. Pesan saya, setiap kegiatan harus di ACC oleh DPL, dan setiap kegiatan harus terintegrasi dengan AIK. Bisa ditambahkan juga dengan program LSBO (Lembaga Seni Budaya dan Olahraga milik PP Muhammadiyah-red),” katanya.

Senada dengan ketua LPPM, rektor UMTAS menegaskan, tidak hanya pada setiap kegiatan, bahkan pada diri setiap mahasiswa UMTAS yang melaksanakan KKN harus melekat nilai-nilai AIK. “Ciri khas mahasiswa UMTAS terletak pada AIK-nya, pada keberagamaannya. Maka, setiap mahasiswa seharusnya memberi contoh berupa akhlak yang baik. Misalnya, meramaikan masjid, menjadi orang yang dekat dengan masjid, dan menjadikan masjid sebagai pusat informasi. Dengan begitu, maka akan tumbuh trust, kepercayaan dari masyarakat, sehingga memunculkan image positive yang akan melekat pada kita,” ungkapnya.

Kunci keberhasilan dalam menjalankan KKN, menurutnya, adalah komunikasi. “Setiap kita adalah pemimpin. Kunci keberhasilan dari kepemimpinan adalah komunikasi. Komunikasi yang bagus diawali dari karakter kita, misalnya senyum, salam, sapa, dan lainnya. Akhlaq baik ini dipengaruhi oleh pola komunikasi dengan Allah. Hal ini akan melahirkan kesolehan, lapang dada, dan wawasan yang luas. Karena hablumminallah akan mempengaruhi hablumminannaas,” tuturnya.

KKN yang dilaksanakan sejak 6 Agustus hingga 6 September 2018 ini melewati dua agenda besar, yaitu HUT RI dan Idul Adha. “Jadikan KKN ini sebagai wahana pengabdian dan melatih kepemimpinan diri kita. Selamat mengabdi dengan sepenuh hati, seikhlas-ikhlasnya. Jadikan segala permasalahan dan perbedaan yang ada sebagai pemersatu dan modal untuk silaturahmi, bukan sebagai pemecah yang membuat kita tercerai-berai. Libatkan diri dalam setiap kegiatan di masyarakat. Tidak harus memimpin, bantu dengan cara apa saja, sebagai support, agar acara sukses,” pungkasnya. [nu]


Bagikan berita ini