Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat  Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (lppm Umtas) menggelar pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) pada Selasa, 28 Dzulqa’dah 1440 H/30 Juli 2019 M. Kegiatan yang berlokasi di Graha Umtas tersebut dihadiri oleh Rektor Umtas, jajaran pejabat LPPM, Dekan FIkes, Dekan FKIP, Dekan FT, Dosen Pembimbing Lapangan, dan seluruh mahasiswa Umtas semester 6.

Program KKN kali kedua ini diketuai oleh Yopa Taufik Saleh, M. Pd. dan mengarah lokasi di Kabupaten Tasikmalaya, yaitu Kecamatan Cipatujah (15 desa), Kecamatan Taraju (9 desa), dan Kecamatan Sodonghilir (12 desa). KKN yang diikuti 374 mahasiswa ini mengambil tema “Solusi Pengembangan Sumber Daya Manusia melalui Pendidikan, Kesehatan, dan Teknologi. 

Rektor Umtas dalam sambutannya menyampaikan bahwa KKN merupakan salah satu bagian dari Catur Dharma yang ada di Umtas. “Mahasiswa harus bersyukur berkuliah di Umtas. Karena sebagai PTM, Umtas menggabungkan Al Islam Kemuhammadiyahan dalam setiap lini. Artinya, apapun keahlian yang dipelajari, semuanya disinkronkan dengan AIK. Nanti mahasiswa menjadi profesional di bidangnya dengan tetap menjunjung tinggi akhlak yang kental dan agama yang total,” ujarnya.

Menurutnya, akhlak adalah investasi yang sangat penting.Keterampilan dan pengalaman sebanyak apapun yang dimiliki tak akan berarti apa-apa jika tidak dibarengi dengan akhlak. Memiliki akhlak yang baik adalah modal utama untuk mendapatkan kepercayaan (trust) dari masyarakat. Dengan menjunjung tinggi akhlak yang baik maka akan menghasilkan komunikasi yang baik dengan Allah Sang Maha Segala. Jika komunikasi dengan Allah selesai, maka komunikasi dengan makhluk akan lancar. Sebaliknya, jika komunikasi dengan Allah tidak selesai, biasanya akan ada banyak masalah.

“Mulailah dengan 5s: senyum, salam, sapa, sopan dan santun. Tampillah sebagai mahasiswa yang ganteng dan cantik luar dalam. Jadikan AIK yang terbungkus dalam akhlak baik sebagai pintu masuk ke lokasinya masing-masing. Tindakan tersebut sekaligus bernilai marketing bagi Umtas. Terakhir, jaga kekompakan, musyawarahkan jika ada kendala di lapangan, selesaikan laporan dengan baik setelahnya, sehingga semuanya dapat lulus tepat waktu,” pungkasnya. [nu]


Bagikan berita ini