+62 265 2350982

HOTLINE

KONPIWIL IPM


KONPIWIL IPM JABAR DI UMTAS

Kamis, 26 Oktober 2017 M / 6 Safar 1439 H Ikatan Pelajar Muhammadiyah Jawa Barat (IPM Jabar) menyelenggarakan Konferensi Pimpinan Wilayah (Konpiwil) pra Musyawarah Wilayah IPM Jabar XVIII bertempat di Graha Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (UMTAS). Kegiatan tersebut diikuti oleh 300 peserta yang datang dari berbagai wilayah di Jawa Barat.

Muhammad Rofid Izzudin, mewakili PD IPM Kota Tasikmalaya menyampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada UMTAS atas support yang diberikan UMTAS demi terselenggaranya acara ini. “Selamat datang kepada seluruh peserta Musywil IPM Jabar XVIII di Tasikmalaya, di Graha UMTAS. Saya mewakili panitia menghaturkan terimakasih banyak kepada UMTAS atas kontribusinya dalam acara ini, semoga UMTAS menjadi kampus favorit dan pilihan di Jawa Barat,” tuturnya.

Sekjen PW IPM Jabar, Jatnika Pamungkas, menambahkan, bahwa konpiwil pra musywil ini bertujuan untuk merumuskan dan mencetuskan gagasan yang akan di usung dalam musywil. “Kami berharap, seluruh peserta musywil yang jauh-jauh hadir ke UMTAS ini tidak hanya D3, duduk, dengar, dan diam, namun memaksimalkan kesempatan untuk mengeluarkan ide dan gagasannya demi kemajuan IPM Jabar,” ujarnya.

Ucapan selamat datang juga disampaiakn oleh Wakil Rektor II UMTAS, Dr. Yusuf Abdullah, SE., MM. Setelah mengenalkan UMTAS yang sedang hangat dengan isu akreditasinya, Yusuf menghimbau kepada seluruh peserta untuk mempromosikan UMTAS di daerahnya masing-masing. “Selamat musywil, semoga menghasilkan keputusan-keputusan yang berkarakter dan bernilai. Cermat memilih pemimpin terhormat, bertasbih memilih pemimpin yang bersih,” pesannya kepada para peserta.

Mewakili PDM Kota Tasikmalaya, Arip Somantri, M. Ag. Selaku Sekretaris PDM Kota Tasikmalaya mengucapkan ahlan wa sahlan kepada para peserta musywil. Musywil yang berujung pada pemilihan pemimpin baru tersebut ditekankan olehnya agar  memilih pemimpin yang jujur. “Pokok masalah di negara ini adalah hilangnya kejujuran. Jujur harusnya menjadi life style kita. Siapa yang jujur akan mujur, siapa yang tak jujur akan tersungkur. Kita hendaklah memiliki sifat shidiq atau jujur karena ia akan mengantar kita kepada kebaikan dan kebaikan mengantar kita ke surga,” pungkasnya. [nu]

 

Release: 31 Oktober 2017
Author: Hidayah nu.



Back to Top