+62 265 2350982

HOTLINE

Dr. Mujiarto, ST., MT., Kepala LPPM UMTAS


LUAR BIASA, 25 PROPOSAL PENELITIAN DAN PENGABDIAN UMTAS LOLOS PENDANAAN DRPM KEMENRISTEKDIKTI TAHUN 2018

Tahun 2017 adalah momen Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (UMTAS) dalam program penelitian dan pengabdian yang diselenggarakan DRPM Kemenristekdikti. Pada tahun tersebut merupakan tahun Umtas mendapatkan pendanaan penelitian dari DRPM (Direktur Riset dan Pengabdian Masyarakat) Kemenristekdikti. Sebanyak 14 Proposal lolos didanai oleh Kemenristekdikti.

“Awal yang baik bagi Perguruan Tinggi yang baru berusia 2 (dua) tahun. Sesuatu kehormatan dan kebanggaan bagi para dosen dapat menunjukkan prestasi dan eksistensinya di kancah nasional, bermodalkan niat dan semangat pantang menyerah yang akhirnya mengantarkan UMTAS dapat dikenal di kancah penelitian dan pengabdian di Indonesia”, ujar Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), Dr. Mujiarto, S.T., M.T.

Belajar dari pengalaman sebelumnya, Dr. Mujiarto menjelaskan LPPM akan terus meningkatkan kualitas dan kuantitas penelitian dan pengabdian masyarakat, tentunya dengan indikator luaran penelitian dan pengabdian masyarakat baik dalam jurnal nasional atau internasional, bahan ajar, HAKI, paten, dan luaran lainnya. Agenda rutin yang dilakukan diantaranya Pembinaan, Pelatihan ataupun Klinik Proposal.

“Dampak positifnya, pada tahun 2018, merupakan tahun kedua mengalami peningkatan hibah yang didanai DRPM Kemenristekdikti. Ada 25 Proposal di kampus kami yang mendapatkan pendanaan penelitian dan pengabdian dari DRPM Kemenristekdikti,” sebutnya.

25 Proposal tersebut, 2 Proposal dengan skema Penelitian Kerjasama Antar Perguruan Tinggi (PKPT), 22 Proposal dengan skema Penelitian Dosen Pemula (PDP), dan 1 dosen Proposal pengabdian kepada masyarakat.

“Kami akan terus bekerja keras untuk meningkatkan prestasi dosen dalam bidang Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat untuk mencapai Visi dan Misi UMTAS  yaitu Unggul , Islami dan Terkemuka dalam Pengembangan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Seni (IPTEKS) pada Tahun 2035,” tandasnya. (MJ/JS) 30/01/18



Back to Top