+62 265 2350982

HOTLINE

PWM Jabar


PWM JABAR: UMTAS ADALAH KAWAH CANDRADIMUKA PERSYARIKATAN

 

Ikatan Pelajar Muhammadiyah Jawa Barat (IPM Jabar) sedang menggelar Musyawarah Wilayah (Musywil) di Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (UMTAS). Kegiatan yang dibuka pada Jumat, 27 Oktober 2017 M / 7 Safar 1439 H itu direncanakan berlangsung selama tiga hari dan diikuti oleh 350 peserta dari seluruh Jawa Barat. Hadir dalam kesempatan tersebut Gubernur Jabar, Walikota Tasikmalaya, PWM, PDM, PP IPM, jajaran IPM Jabar, serta ortom di tingkat daerah.

Setelah dibuka oleh Gubernur Jabar, Dr. H. Ahmad Heryawan, Lc., kegiatan dilanjutkan dengan pidato nasihat oleh Drs. Zamzam Erawan yang mewakili PWM Jabar. Menurutnya, muslim haruslah kuat. Karena muslim, terutama generasi muda muslim, harus menjadi 3P: Pelopor, Pelangsung dan Penyempurna gerakan Muhammadiyah. “Kalian lihat, Pak Haedar (Ketua PP Muhammadiyah – red) ada masanya, Pak Rektor (Rektor UMTAS – red) ada masanya, saya ada masanya. Kalian adalah calon pengganti kami. Mungkin Ketua IPM saat ini akan menjadi Ketua PP Muhammadiyah, mungkin Sekretaris IPM saat ini akan menjadi Sekretaris PP Muhammadiyah di masa yang akan datang,” katanya.

Kekuatan yang harus dimiliki seorang muslim ada empat, menurutnya, yaitu: qowiyyul aqidah, qowiyyul ‘ilmi, qowiyyul ‘amal dan qowiyyul jama’ah. Pertama, muslim harus kuat aqidahnya. “Tantangan di masa depan tidaklah semakin lemah, justru akan semakin berat. Jangan sampai kita gadaikan aqidah kita hanya untuk kepentingan sesaat,” ujarnya. Aqidah yang kuat, tambahnya, akan membuat kita dicintai Allah, ummat dan bangsa.

Kedua, muslim harus memiliki ilmu yang kuat. “Trade mark Muhammadiyah di masyarakat adalah perkumpulan orang-orang intelek. Itu bukan sekadar trade mark. Kalian jangan puas belajar hanya sampai SMA dan S1. Raih pendidikan setinggi-tingginya,” ungkapnya.

Menggarisbawahi poin ini, Zamzam menghimbau seluruh pelajar yang hadir di Graha UMTAS pada hari itu untuk menjadikan UMTAS sebagai orientasi untuk melanjutkan studi. “UMTAS saat ini memang masih kecil, usianya baru tiga tahun, tapi saya yakin, UMTAS akan membesar dan berjaya,” tegasnya.

UMTAS saat ini memiliki tiga fakultas dan tiga belas program studi yang  menurutnya merupakan prodi masa depan. Pada 2024, dua hal yang akan menjadi fokus seluruh penduduk bumi, yaitu energi dan air. UMTAS memiliki prodi-prodi yang sejalan dengan kebutuhan masa depan dunia. “Oleh karena itu, pilihlah UMTAS sebagai tempat kalian menimba ilmu. Kenapa? Disamping hal yang sudah disebutkan tadi, di UMTAS kita akan lebih leluasa melanjutkan gerakan-gerakan kita. Tidak mungkin Pak Rektor menghalangi gerakan IPM. Pasti akan support. UMTAS merupakan kawah candradimuka persyarikatan. Saya yakin, dari UMTAS akan terlahir pemimpin-pemimpin masa depan yang hebat, yang telah digodog dengan berbagai macam pembinaan di dalamnya,” paparnya.

Selanjutnya, kekuatan ketiga yang harus dimiliki seorang muslim adalah kuat amal. “Artinya, tidak cukup sekadar teori. Gerakan kita harus membumi dan hidup dalam setiap tarikan nafas anak-anak bangsa,” ungkapnya. Ia mencontohkan kegiatan-regiatan nyata IPM, seperti Duta Anti Rokok, Hafidz Pelajar Muhammadiyah Jabar, Pertukaran Pelajar Muhammadiyah ke Amerika, dan sebagainya.

Kekuatan yang terakhir adalah qowiyyul jama’ah. “Kita harus senantiasa meneguhkan dan menguatkan jamaah. Di IPM, dengan berorganisasi, artinya kita merapatkan barisan dan menyatukan jamaah di bawah panji IPM,”katanya.

Keempat kekuatan yang harus dimiliki seorang muslim itu , menurutnya, senada dengan anggaran dasar Muhammadiyah bahwa kita harus hidup bertauhid dengan keyakinan penuh atas keesaan Allah, hidup bermasyarakat, berbaur dengan semua kalangan dan tidak eksklusif, dan seluruh cita-cita perjuangan kita harus terorganisir dengan baik, disepakati dan didukung penuh oleh seluruh anggotra persyarikatan. [nu]

 

Release: 30 Oktober 2017
Author: Hidayah nu.



Back to Top