+62 265 2350982

HOTLINE

Milad ke-3 UMTAS


REFLEKSI MILAD KE-3: UMTAS MILIK KITA BERSAMA

Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (UMTAS) tahun ini memasuki usai ketiga sejak keluarnya SK pendirian pada 17 Oktober 2014 lalu. UMTAS gelar syukuran di Graha UMTAS pada Selasa, 27 Muharram 1439 H / 17 Oktober 2017 yang dilaksanakan sekaligus tasyakur bin ni’mah atas perolehan akreditasi B program studi S1 Keperawatan dan Profesi Ners. Syukuran tersebut diikuti oleh Badan Pembina Harian (BPH) UMTAS, jajaran pimpinan UMTAS, dosen, pegawai dan mahasiswa.

Rangkaian kegiatan milad ini akan digelar sejak 17 Oktober 2017 sampai dengan 14 Januari 2018. “Yang tertulis di SK, UMTAS lahir pada 17 Oktober 2014. Namun peresmiannya dilakukan pada 14 Januari 2015 oleh Prof. Dr. Din Syamsudin, MA. Oleh karena itu, hari ini (17 Oktober 2017) adalah pembukaannya, dirangkai dengan Milad Muhammadiyah pada tanggal 18 November 2017 dan akan berlangsung sampai dengan 14 Januari 2018 mendatang,” papar Rektor UMTAS, Dr. Ahmad Qonit Ali Daud, MA.

Dalam sambutannya, Ketua BPH UMTAS, H. Iip Syamsul Arief MN, bersyukur atas karunia Allah yang menakdirkan UMTAS sampai pada tahun ketiga ini. “Syukur itu ada dua. Yang pertama adalah syukur yang diungkapkan dengan lisan, misalnya dengan mengucapkan hamdalah. Yang kedua adalah syukur yang diaplikasikan dengan ‘amal atau action, yaitu dengan melakukan amanah sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi)-nya masing-masing dengan maksimal,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor UMTAS menyampaikan terimakasih kepada seluruh elemen yang ada di UMTAS yang telah membesarkan UMTAS hingga dapat memasuki usianya yang ketiga. “Saya sampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh keluarga besar UMTAS, mulai dari garda terdepan, sejak Bapak-Bapak Satpam, kemudian ada Bapak dan Ibu Pekarya yang datang pagi-pagi sekali untuk membersihkan dan merapihkan ruangan kita, yang sering tidak terlihat oleh kita, dan terimakasih untuk seluruh dosen, mahasiswa, dan pegawai yang telah bekerja keras untuk UMTAS,” ungkapnya.

Rektor juga menyebutkan capaian prestasi yang diperoleh UMTAS pada usianya yang menginjak tiga tahun ini. “Pertama, saya bersyukur atas diraihnya Akreditasi B oleh Prodi S1 Keperawatan dan Profesi Ners. Terimakasih kepada para Kaprodi dan seluruh elemen yang mendukung atas kerja kerasnya. Insya Allah dalam waktu dekat akan menyusul visitasi akreditasi untuk Prodi D3 Kebidanan dan D3 Keperawatan. Target kita, tahun 2018 lebih dari 60% Prodi di UMTAS berakreditasi B, agar tahun 2019 kita dapat ajukan akreditasi institusi. Kita akan kawal bersama agar mendapatkan nilai akreditasi sesuai dengan harapan,”sambungnya.

Wujud syukur yang kedua, sambung Rektor, adalah bersyukur atas program binaan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kepada UMTAS. “Kita dipinang oleh UMY untuk dibina atas rekomendasi dari Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) PP Muhammadiyah karena kita dinilai sangat layak untuk maju dan memiliki akselerasi prestasi di berbagai bidang,” jelasnya.

Syukur yang ketiga adalah Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UMTAS yang mendapatkan sorotan dan apresiasi luar biasa dari Kopertis Wilayah IV dan juga dari Diktilitbang. “Pak Dahlan Rais dalam kunjungannya kemarin (12/10/2017) mengatakan bahwa LPM harus berjalan terlebih dahulu, setelah itu Insya Allah akreditasinya akan bagus. Beliau juga mendoakan bahwa UMTAS pasti mumtaz,” ungkap Rektor mengutip perkataan Drs. H. Dahlan Rais, M. Hum.

Syukur yang keempat yaitu syukur atas capaian Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UMTAS yang meraih prestasi luar biasa di usianya yang belia. “Dalam bidang penelitian, UMTAS mendapatkan sorotan dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) seluruh Indonesia, karena UMTAS berada pada urutan 10, mengalahkan beberapa PTM yang lebih senior, sehingga kita disebut sebagai bayi ajaib,” jelasnya.

Syukur yang kelima adalah syukur atas peningkatan kualitas dosen yang sedang menjalani studi lanjut di dalam dan luar negeri. “Beberapa dosen kita sedang menjalankan S3, ada yang BUDI-DN dan ada juga yang dibiayai lembaga. Beberapa ada yang sedang melanjutkan studi doktoralnya di Malaysia dan Taiwan. Ke depannya, kita akan terus dorong para dosen untuk meningkatkan kualitas dan melanjutkan studinya,” lanjutnya.

Selanjutnya, syukur yang keenam, alhamdulillah, UMTAS dipercaya untuk menjadi tuan rumah Seminar dan Lokakarya Nasional Perkaderan IMM pada 11-13 Oktober 2017 lalu. “Jika ada kegiatan bertaraf nasional, hanya PTM yang sudah senior alias sudah mapan biasanya yang mau menerima untuk menjadi tuan rumah, seperti UMY, UMM, UMS, dan lainnya. Tapi, UMTAS yang baru tiga tahun bersedia menjadi tuan rumah. Maka ini adalah keberanian yang patut diacungi jempol, mengingat pentingnya pembicara yang hadir antara lain: Wakil Ketua MPR RI, Anggota DPR RI Komisi X, Ketua Majelis MPK PP Muhammadiyah, Walikota dan Bupati Tasikmalaya, DPP IMM, serta DPD IMM seluruh Indonesia dari Sabang sampai Merauke” tutur Rektor.

Dari sekian banyak hal yang harus disyukuri, Rektor menyampaikan bahwa syukur yang seharusnya ditingkatkan pada momen Milad UMTAS ke-3 ini adalah bentuk syukur kedua, yasesungguhnya itu  bekerja keras sesuai dengan tupoksi masing-masing. “Alhamdulillah, begitu banyak capaian UMTAS pada usianya yang ketiga ini. Namun, syukur kita tidak cukup hanya dengan hamdalah saja. Syukur yang sesungguhnya adalah kita ‘merasa’ diberi oleh Allah, sehingga kita sadar untuk meningkatkan kualitas kerja dan menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya agar bisa maksimal dalam memberikan yang terbaik, khairunnas anfauhum linnas,” jelasnya.

Pesan Rektor dalam Milad UMTAS yang ke-3, “Syukur beririsan dengan sabar. Selain memperbanyak syukur kita juga harus memperbanyak sabar. Dengan segala keterbatasan yang kita miliki, kita perlu manajemen yang baik. Keberhasilan tidak dapat diraih sendirian. UMTAS adalah milik kita bersama. Mari kita lanjutkan berkreasi dengan maksimal untuk UMTAS yang cerdas berkualitas,” pungkasnya. [nu]

 

Author: Hidayah nu.



Back to Top