+62 265 2350982

HOTLINE


Menambah khasanah dunia pendidikan tinggi (PT) di Kota Tasik. Melengkapi pilihan masyarakat mendalami ragam disiplin ilmu. Universitas Muhammadiyah (Umtas) resmi beroperasi menyelenggarakan universitas baru, setelah mengantongi izin kementerian terkait.

Kehadirannya, meningkatkan status STIKes Muhammadiyah yang berkampus di betulan Gobras, Kelurahan Mulyasari, Kec.Tamansari, Kota Tasikmalaya.

Tentunya dengan sebutan universitas, penyelenggara kini membuka beberapa fakultas dengan sejumlah program studi. Penggagasnya memastikan, prodi-prodi yang dibuka belum ada di perguruan tinggi lain di Tasikmalaya. Optimismenya, Umtas, demikian nama PT itu kependekan dari Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya, melaju dengan dukungan pengalaman organisasi yang sejak lama banyak mengelola lembaga pendidikan di Tanah Air.

Ketua panitia pendirian Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya, sosok yang juga Ketua Dewan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Tasikmalaya, Iip Syamsul Arif MN, menegaskan, pendirian Umtas tak ubahnya pemenuhan keinginan organisasinya menambah sarana dakwah Muhammadiyah. Pada satu obrolan dengan Tasikplus menjelang petang Rabu lalu, Iip memaparkan segala kesiapan penyelenggaraan Umtas. Termasuk target kini, membuka pendaftaran/penerimaan mahasiswa baru (PMB) di akhir Desember 2014. Berikut petikan hasil wawancara itu:

Sejak awal sebagian masyarakat mendengar, Muhammadiyah hendak mendirikan univeritas pengembangan dari STIKes Muhammadiyah yang selama ini dikelola. Sempat meredup kabarnya. Kini rupanya siap operasi. Persisnya kapan izin kementerian kelar, dan kini Universitas Muhammadiyah siap dibuka?

Kementerian menyatakan pendirian resmi Umtas pada 17 Oktober. Kemudian, pada 27 November mengeluarkan surat keputusan pendirian Universitas Muhammadiyah, dan kami menerima surat keputusan itu tanggal 8 November. Pada 29 November kita langsung rapat, melakukan konsultasi-konsultasi. Pada 30 November membuat satu keputusan, terus memastikan pada 6 Desember surat-surat keputusan (SK) di Umtas harus sudah kelar.

Lantas STIKes Muhammadiyah selanjutnya?

SK izin STIKes dicabut. Karenanya, kita segera siapkan SK-SK baru penggantinya. Dengan dicabut SK sekolah tinggi (STIKes) itu, sudah otomatis pimpinan dan siapa pun dalam naungannya tidak berlaku posisiya. Yang berlaku sekarang adalah Kepmen tentang pendirian Umtas ini.

Di tasik ini setidaknya sudah banyak PT. Sebenarnya, apa latar belakang pendirian Umtas?

Yang pertama, perguruan tinggi ini adalah sebagai alat dakwah di Muhammadiyah. Kalau sekarang alat bidang dakwah ini hanya mengandalkan sekolah tinggi kesehatan (STIKes) saja, itu sangat jauh dari sempurna, hanya dakwah soal kesehatan saja. Di STIKes satu bidang garapan ilmu saja, ilmu kesehatan. Dengan universitas, maka bidang ilmunya bertambah. Seperti saat ini kita sudah menambah sembilan prodi dululah, sebagaimana persayaratan awal menjadi perguruan tinggi, universitas. Nah sehingga sekarang jadi 13 prodi di kampus ini, berarti lahan dakwah itu bertambah. Kemudian, pendorong pendirian universitas ini selanjutnya, memang sesuai visi, tujuan Muhammadiyah, membangun Indonesia berkemajuan. Jadi, kita harus berpartisiasi bagaimana memajukan Indonesia. Mungkin kalau di Tasik, harus memajukan Tasik. Memajukan bangsa melalui pendidikan, membuat kontribusi membangun SDMnya. Latar belakang lainnya, ini memang berdasar kebutuhan. Banyak kebutuhan kompetensi, garapan seperti di dunia pendidikan/persekolahan tak terisi tenaga relevan. Tenaga bimbingan guru konseling di sekolah-sekolah itu halnya, hampir rata-rata tidak berdasar atau didukung basis pendidikannya. Guru-guru mengajar seni, banyak guru bukan dari profesi pendidikan seni. Itu mayoritasnya. Termasuk misalnya, di Tasik ini memiliki potensi bahan tambang, sejauh ini belum ada yang berani membuka jurusan itu. Kita akhirnya buka. Jadi, di sini ada kebutuhan-kebutuhan riil.

Izinnya sudah kelar, sudah disiapkan juga sarana, kurikulum, atau kebutuhan tenaga akademiknya?

Iya sudah pasti itu. Termasuk seperti untuk jurusan pertambangan. Soal kesiapan tenaga pendidik ini, pada saat usulan pendirian, dipersyaratkan. Kita harus memiliki dosen tetap. Tidak menempatkan guru di sekolah yang ada, tak boleh menempatkan mereka dengan usia di atas 50 tahun, dan harus //liner//. Berat juga sebenarnya itu. Di kebutuhan kampus sarana belajar, pun kita tak ada masalah. Di bekas area kampus di (STIKes) sini luas. Plus ditambah sarana kampus di Jl. Rumah Sakit. Untuk FKIP, kami siapkan 32 lokal. Itu sudah ada. Kampus STIKes di Gobras ini, jadi kantor pusat/rektorat, ditambah gedung di kompleks SMK Muhammadiyah. Soal kebutuhan materi ajar, kami akan memadukan kebutuan itu dengan kampus-kampus lain. Muhammadiyah ini ada di mana-mana. Kita memiliki 183 perguruan tinggi, 140 di antaranya universitas. Sekarang ditambah satu lagi, kami di sini. Serta memiliki 17 kampus aisiyah

Ada persepsi-persepsi menyebutkan Muhammadiyah tidak memiliki potensi basis calon peserta akademik besar di Tasik. Belum lagi, kompetitor kampusnya sudah cukup banyak. Pendapat Anda untuk persepsi itu?

Muhammadiyah itu satu kesatuan. Kalau melihat tidak segede orang itu dari sisi mana? Dari segi apa? Dari sisi SDM, warga Muhammdiyah itu bukan hanya sebatas berkartu anggota. Bahkan, di Muhammadiyah itu kalau kurang di sini, masih memiliki dukungan dari perguruan tinggi yang banyak. Di sini kita bicara soal pendidikan. Orientasinya, Muhammadiyah itu untuk bangsa, untuk warga, untuk semua anak bangsa, baik muslim atau nonmuslim. Soal banyak kampus lain, kami membuka prodi-prodi itu yang hampir gak ada di perguruan tinggi lain. Paling yang sama itu hanya PGSD, yang lain tidak. Kalau bicara STIKes yang duluan, kami-lah, yang lain meniru. Sekarang, kita melanjutkan. Kesembilan prodi itu tak ada di kampus lain Tasik.

Perkembangan terkini, persiapan-persiapan apa saja yang dilakukan setelah izin Umtas kelar?

Sekarang kami tengah merubah anggaran pendapatan belanja kampus, statutanya disempurnakan, menetapkan struktur kepemimpinannya, mendata kembali dosen-dosen yang saat diusulkan pada 2012 dengan sebagian ada yang sudah jadi PNS. Namun, kita yakin ada yang masih bisa ditempatkan.

Rencana buka pendaftaran mahasiswa?

Akhir Desember ini kita buka pendaftaran mahasiswa. Karena, diperbolehkan menerima mahasiswa pada bulan-bulan itu. Sasarannya, mereka yang perlu disiplin ilmu liner. Banyak guru-guru halnya, yang tidak relevan basis disiplin ilmu dengan garapannya. Sudah

Prediksi gambaran tingkat minatnya?

Kalau untuk program-program studi tertentu itu calon-calon mahasiswa sudah banyak yang berkomunikasi, dan akan dibuka pada 2 Maret itu.

Kampus STIKes jadi universitas. Lantas bagaimana dengan status mahasiswanya nanti?

Oh, mahasiswa STIKes jadi mahasiswa Fikes, Fakultas Ilmu Kesehatan Umtas yang kita lanjutkan

sumber



Back to Top