+62 265 2350982

HOTLINE


HNW SOSIALISASIKAN 4 PILAR KEBANGSAAN di UMTAS

Panitia Seminar dan Lokakarya Nasional (Semloknas) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) mengundang Wakil Ketua MPR RI, Dr. H. M. Hidayat Nur Wahid, MA., (HNW) sebagai salah satu pemateri yang menjelaskan tentang 4 Pilar Kebangsaan di hari ke-2 Semloknas, Kamis, 22 Muharram 1438 H / 12 Oktober 2017. Kegiatan yang bertempat di Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (UMTAS) tersebut berlangsung selama tiga hari dan dihadiri oleh utusan IMM seluruh Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

Sosiali 4 Pilar ini diperlukan untuk memberikan pemahaman kepada seluruh rakyat Indonesia, bahwa pilar atau tiang penyangga negara kita harus kuat agar tak mudah goyah oleh goncangan-goncangan yang muncul. Keempat pilar itu adalah: Pilar Pancasila, Pilar Undang-Undang Dasar 1945, Pilar Negara Kesatuan Republik Indonesia, Pilar Bhineka Tunggal Ika.

Ketika ditanya tentang korelasi antara Semloknas IMM yang bertema Perkaderan IMM sebagai Pilar Pembangunan Karakter Bangsa dengan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, HNW menjelaskan sebagai berikut. “IMM adalah generasi muda Indonesia, mahasiswa Muhammadiyah pula. Jika dikaitkan dengan Indonesia, maka sosialisasi ini akan menjadi benang sejarah yang kuat bahwa Indonesia dimerdekakan oleh generasi muda, terpelajar, yang sebagiannya adalah tokoh Muhammadiyah. Maka sudah seharusnya generasi muda Muhammadiyah memahami sejarah Indonesia secara utuh, termasuk 4 pilar kebangsaan ini, sehingga mereka tidak merasa asing dengan Indonesia. Jangan sampai mereka merasa Indonesia ini milik orang lain. Mereka harus meyakini bahwa Indonesia adalah milik mereka. Setelah itu, mereka harus mengisi kemerdekaan Indonesia seperti yang dicontohkan oleh tokoh-tokoh besar Muhammadiyah, yaitu Ki Bagus Hadikusumo, Abdoel Kahar Moezakir, Kasman Singodimejo, dan lainnya,” jelas HNW.

HNW yang ditemui setelah menyampaikan orasi di hadapan peserta Semloknas Perkaderan IMM menerangkan tentang peran pemuda Muhammadiyah dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Banyak generasi muda di masa kini yang tidak tahu mengenai sejarah Indonesia. “Generasi muda di masa kini orientasinya serba kekinian, serba yang akan datang, dan yang dulu dilupakan,” ujarnya. Dengan melupakan sejarah, generasi muda seolah-olah tercerabut dari akarnya sendiri, sehingga akan sangat mudah diombang-ambingkan oleh beragam perkembangan dunia yang tidak semuanya sesuai dengan identitas kita sebagai Bangsa Indonesia.

“Saya berharap kader-kader muda IMM paham betul dengan akar sejarah keislaman kita, kemuhammadiyahan kita, yang semuanya terkait dengan keindonesiaan kita, supaya ke depan mereka menjadi bagian dari generasi yang tidak terbawa arus liberalisme, radikalisme, nihilisme, hedonisme, yang kesemuanya itu tidak sesuai dengan prinsip-prinsip yang diwariskan oleh founding father dan founding mother Indonesia yang sebagian adalah tokoh-tokoh Muhammadiyah. Memahami 4 pilar kebangsaan itu sama dengan memahami Muhammadiyah,” pungkasnya. [nu]

Author: Hidayah nu



Back to Top