+62 265 2350982

HOTLINE


UMTAS TERPILIH SEBAGAI LOKASI SEMLOKNAS IMM 2017

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) menyelenggarakan Seminar dan Lokakarya Nasional (Semloknas) Perkaderan 2017 pada 11-13 Oktober 2017 / 21-23 Muharram 1438 H bertempat di Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (UMTAS). Kegiatan ini diikuti oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) IMM se Indonesia. Dari 34 DPD IMM yang tersebar di seluruh Indonesia, terdapat 25 DPD yang melakukan konfirmasi kehadiran dan mengirimkan utusannya ke UMTAS. Pembukaan Semloknas yang dilakukan pada Rabu, 11 Oktober 2017 dihadiri oleh Warga Muhammadiyah dari unsur PP, PWM, PDM, PCM, Ortom, dan  juga dari unsur pemerintah, yaitu Wali Kota Tasikmalaya, Bupati Tasikmalaya, dan Dandim.

Rektor UMTAS, Dr. Ahmad Qonit AD, MA. mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta dan tamu undangan pada acara tersebut. “Wilujeng sumping di UMTAS. Terimakasih atas kepercayaan IMM yang telah memilih UMTAS sebagai lokasi pelaksanaan seminar ini. Mohon maaf jika kami belum dapat memfasilitasi dengan maksimal. Fasilitas yang seadanya semoga dapat menumbuhkan nilai tersendiri bagi para peserta, karena saya yakin, mahasiswa Muhammadiyah senantiasa bersyukur atas apa yang diperoleh dan selalu bisa survive dalam kondisi apapun dengan berpikir kreatif dan inovatif,” jelasnya.

Pembukaan kegiatan tersebut juga dimeriahkan oleh persembahan performance  dari Prodi Sendratasik (Seni Drama Tari dan Musik) UMTAS yang menyajikan kesenian khas Sunda, diantaranya Upacara Adat Lengser dan Tari Payung Geulis yang mendapatkan apresiasi penuh dari peserta dan tamu undangan. “Sendratasik merupakan salah satu kekayaan UMTAS. Hadirnya selalu mewarnai kegiatan-kegiatan kami, menambah semarak, dan membahagiakan. Seni memang telah menjadi salah satu media dakwah di Muhammadiyah,” tambahnya

Senada dengan tema Semloknas yaitu Perkaderan IMM sebagai Pilar Pembangunan Karakter Bangsa, Wali Kota Tasikmalaya, Drs. H. Budi Budiman menyampaikan, “Banyak orang pintar di negeri ini, namun tidak semuanya memiliki jiwa kepemimpinan atau lemah leadershipnya. Banyak orang pintar yang tidak berani tampil ke depan. Mereka ibarat permata di dasar lautan, berharga sekali tetapi hanya tersimpan di dalam laut. Harapan saya, seminar ini akan memunculkan sosok pemimpin yang mensejahterakan bangsa,” terangnya.

Sekretaris Jendral Pimpinan Pusat IMM, Ali Muthohirin dalam sambutannya menyampaikan bahwa IMM harus memiliki profil intelektual organik yang dicetuskan oleh Antonio Gramsci, yaitu intelektual yang tidak sekadar berbicara kaidah saintifik, namun melebur dengan masyarakat dan membahasakan pengalaman real mereka yang selama ini tidak terekspresikan. “Kaum intelektual organik dalam islam yaitu assabiqunal awwalun. Mereka memiliki karakter yang kuat dan pribadi yang matang. Seperti itulah seharusnya karakter mahasiswa muhammadiyah,” paparnya. [nu]

Author: Hidayah nu.



Back to Top