Keluarnya nilai akreditasi Prodi Pendidikan Sendratasik (Seni Drama, Tari, dan Musik) FKIP Umtas dengan nilai B (30/7) menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi FKIP Umtas dikarenakan semua prodi terakreditasi B pada akreditasi pertamanya. Prodi yang pertama kali mendapatkan nilai akreditasi B dari BAN PT di FKIP adalah PGSD, dilanjutkan PGPAUD, lalu BK, PTI, dan terakhir Pendidikan Sendratasik. 

Rektor Umtas, Dr. Ahmad Qonit AD, MA., sewaktu ditemui di ruang kerjanya menyambut hal ini dengan bangga dan bahagia. “Perolehan akreditasi FKIP merupakan anugerah dari Allah Swt atas kerja keras kita yang merupakan perwujudan komitmen Umtas dalam menjaga mutu. Memperoleh nilai akreditasi pertama B itu tidak mudah. Karena kita belum ada lulusan. Sedangkan lulusan memiliki nilai yang besar. Namun, FKIP membuktikan, mereka bisa B pada akreditasi pertama. Hal ini dikarenakan ada komponen-komponen lain yang memiliki nilai gemuk, diantaranya karya-karya dosen dan mahasiswa yang mendapatkan hibah dan juga artikel yang dimuat di jurnal nasional maupun internasional,” ujarnya.

Ia menceritakan, pada tahun pertama berdirinya Umtas, seluruh dosen diwajibkan mengikuti Workshop Auditor. Tujuannya bukan untuk mencetak dosen menjadi ahli audit, tetapi untuk menyadarkan para dosen betapa pentingnya mutu. Bahwa segala sesuatu harus sesuai dengan standar, baik itu standar dari Kementerian Ristekdikti, maupun standar dari Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah. Kemudian, standar tersebut diterjemahkan ke dalam STATUTA Universitas, aturan, dan lain-lain, untuk kemudian diaplikasikan sebagai alat komunikasi di Umtas. Ia juga menyatakan bahwa sejak awal ia tahu dosen-dosen Umtas itu sangat potensial. Tinggal didorong untuk dapat melejit. “Oleh karena itu, pencapaian akreditasi prodi di FKIP dengan nilai B memang sesuai dengan standar kemampuan kita. Yang kita bangun dengan kerja keras selama ini. Bukan keajaiban yang terjadi dalam satu malam,” paparnya.

Ia menghimbau kepada seluruh sivitas akademika umtas untuk tidak berleha-leha dengan perolehan nilai akreditasi ini. “Kita harus tingkatkan kinerja. Saya sering sampaikan, di Umtas semuanya harus unggul, harus sesuai standar. Saya berharap, kita semua istiqomah dengan berorientasi pada mutu. Sebagaimana Q.S. Al-Ashr yang menjadi orientasi mutu seorang muslim. Setiap ashr (waktu) hendaknya dilakukan evaluasi. Evaluasi secara periodik agar dapat terus meningkat,” jelasnya.

Menurutnya, dorongan kita untuk maju bukan lagi dorongan eksternal yang ditentukan oleh banyaknya pesaing yang berpotensi mengalahkan kita. Dorongan Umtas untuk maju murni dorongan internal yang berdasar kepada Al-Qur’an dan Al-Hadits bahwa kita adalah khairu ummah. Muslim harus menjadi umat yang terbaik dimanapun berada. “Apalagi Universitas Muhammadiyah. Sudah pasti pengikut Muhammad harus hebat. Jika ada Universitas Muhammadiyah yang tidak unggul maka patut dipertanyakan kembali keislamannya,” katanya. 

Komitmen Umtas untuk menjadi universitas yang unggul, islami, dan terkemuka pada 2035 sesuai dengan visi Umtas adalah sebuah cita-cita luhur yang harus diyakini sepenuh hati dengan dibarengi ikhtiar dan kerja keras tiada henti. Kini, sembilan dari tiga belas prodi yang ada di Umtas telah terakreditasi B. Saatnya menjaga dan meningkatkan kualitas. [nu]


Bagikan berita ini